seingat ku, sewaktu aku masih kecil, haha ya, sewaktu aku masih bermain kelereng, haha, sekarang masih ada gak yaa anak-anak yang bermain kelereng? aku sih beharap masih ada, lucu ya, atau sekarang anak-anak bermain kelereng melalu smartphone mereka, haha, ada-ada saja.
argh, sewaktu aku masih kecil, hal yangg paling aku suka adalah suara ayam jantan di pagi hari, yang membangunkan ku dari mimpi indah, haha, hal itu sekarang sudah tergantikan dengan suara kendaraan bermotor yang sedari pagi sudah berlalu-lalang. hal itu membuat ku rindu akan suara ayam jago.
mentari masih malu-malu mengeluarkan sinarnya, aku sudah berada didepan rumah, untuk menyambut sinarnya, sambil mendengarkan suara kicauan burung yang saling bersautan. agh! moment itu tak akan ku lupakan, sekarang? Haha, pagi hari aku sudah malas keluar, keibisngan dari suara kendaraan bermotor membuat ku tidak bergairah, tidak ada kicauan burung, hanya ada deru mesin. aku sangat benci hal itu, aku ingin mendengar ayam jago berkokok, burung-burung berkicau, bukannya suara mesin kendaraan bermotor yang bising itu! agh! aku benci suara-suara itu!
Rabu, 25 Juni 2014
oh, hai
"Hei" tatap mata ku sekali saja, berharap agar bisa menenangkan kegelisahaan hati
"ada apa? kamu memanggil aku" jawaban polos, yang membuat ku merinding mendengarnya
sesungging senyum yang ku berikan, tak mendapatkan balasan. aku tidak bisa berucap, aku hanya bisa tersenyum
"bisa kah aku mengenal mu, sepertinya aku akan menyukaimu" coba saja itu bisa terlontar dari mulut ku, mungkin aku bisa mengihklas kan mu untuk berlalu pergi, dan tidak gelisah memikirkan mu saat ini.
"hei, bisakah kita berbincang sebentar" andai kata itu bisa terucap, mungkin aku sekarang tidak gelisah, melainkan tersenyum.
"ah, bodoh sekali aku, ketakutan ku untuk memanggilnya sekarang membuat ku gelisah, setiap malam di tidur maupun sadar ku, ah kenapa aku begitu tolol membuang kesempatan untuk berkenalan dengannya, aku akan selalu memikirkannya terus. hmm, semoga aku bisa bertemu dengannya, tapi sepertinya tidak akan terjadi, sepengetahuan ku, dia sudah pergi ke luar kota, hmmm sekarang apa yang harus aku lakukan" pikiran itu terus bergentayangan dikepala ku. agh!!!
aku ingat taring mu saat kau tersenyum, ah bukan, itu gingsul yang meluluhkan hati ku, ah. . . aku ingin selalu melihat taring mu itu, ah tidak, gingsul mu. . . haha aku selalu tertawa jika membayangkan itu.
sekarang malah aku sangat berharap untuk bisa bertemu kamu, ah jangan, jangan berharap berlebihan, aku sudah merasakan harapan kosong, harapan yang tak ada artinya hanya membuat sakit hati, ah sial! kenapa aku selalu salah untuk melangkah. aku ingin kembali ke waktu kita bertemu, ohhh shit! itu tidak mungkin terjadi, come on! aku harus bisa berjalan kedepan! jangan menoleh kebelakang, sekalipun JANGAN! hahah bukan kah aku sudah mencobanya? hasilnya nihil! oh belum, aku belum melangkah, aku masih berdiri dimana aku bertemu kamu, melihat senyum mu, dan melihat mu melangkah menjauhi ku. ohhh iya, sekarang aku akan mencoba nya. " bagaimana jika gagal?","bagaimana jika aku tidak bisa melupakannya?" oh iya, aku teringat pesan seorang sahabat.
"jangan penah coba untuk melupakan, tetapi cobalah untuk mengenangnya"
ah, akan kulakukan, mungkin itu akan membuat ku sedikit tersenyum, tidak murung seperti ini!
"ada apa? kamu memanggil aku" jawaban polos, yang membuat ku merinding mendengarnya
sesungging senyum yang ku berikan, tak mendapatkan balasan. aku tidak bisa berucap, aku hanya bisa tersenyum
"bisa kah aku mengenal mu, sepertinya aku akan menyukaimu" coba saja itu bisa terlontar dari mulut ku, mungkin aku bisa mengihklas kan mu untuk berlalu pergi, dan tidak gelisah memikirkan mu saat ini.
"hei, bisakah kita berbincang sebentar" andai kata itu bisa terucap, mungkin aku sekarang tidak gelisah, melainkan tersenyum.
"ah, bodoh sekali aku, ketakutan ku untuk memanggilnya sekarang membuat ku gelisah, setiap malam di tidur maupun sadar ku, ah kenapa aku begitu tolol membuang kesempatan untuk berkenalan dengannya, aku akan selalu memikirkannya terus. hmm, semoga aku bisa bertemu dengannya, tapi sepertinya tidak akan terjadi, sepengetahuan ku, dia sudah pergi ke luar kota, hmmm sekarang apa yang harus aku lakukan" pikiran itu terus bergentayangan dikepala ku. agh!!!
aku ingat taring mu saat kau tersenyum, ah bukan, itu gingsul yang meluluhkan hati ku, ah. . . aku ingin selalu melihat taring mu itu, ah tidak, gingsul mu. . . haha aku selalu tertawa jika membayangkan itu.
sekarang malah aku sangat berharap untuk bisa bertemu kamu, ah jangan, jangan berharap berlebihan, aku sudah merasakan harapan kosong, harapan yang tak ada artinya hanya membuat sakit hati, ah sial! kenapa aku selalu salah untuk melangkah. aku ingin kembali ke waktu kita bertemu, ohhh shit! itu tidak mungkin terjadi, come on! aku harus bisa berjalan kedepan! jangan menoleh kebelakang, sekalipun JANGAN! hahah bukan kah aku sudah mencobanya? hasilnya nihil! oh belum, aku belum melangkah, aku masih berdiri dimana aku bertemu kamu, melihat senyum mu, dan melihat mu melangkah menjauhi ku. ohhh iya, sekarang aku akan mencoba nya. " bagaimana jika gagal?","bagaimana jika aku tidak bisa melupakannya?" oh iya, aku teringat pesan seorang sahabat.
"jangan penah coba untuk melupakan, tetapi cobalah untuk mengenangnya"
ah, akan kulakukan, mungkin itu akan membuat ku sedikit tersenyum, tidak murung seperti ini!
Selasa, 24 Juni 2014
MELIHAT
Senyum mu. . .
lesung pipit mu yang selalu terbayang di setiap malam ku.
sorot mata mu, cokelat mata mu, masih tergambar jelas di ingatan ku.
suara mu. . .
tawa yang selalu aku rindukan, mengingat, semua candaan yang pernah kita alami bersama.
sikap mu, yang membuat aku tersenyum saat menatap mu, saat kau dihadapan ku.
langkah kaki ku, yang selalu mengikutin langkah mu saat kita pergi bersama.
kenangan
aku selalu mengingat detail kejadian saat kita bersama.
pertama kali aku hanya bisa melihat dari layar kamera, aku tersenyum melihat mu.
aku beranikan diri untuk mengajak mu berbincang, walau hanya sepata kata yang bisa terucap.
saat pertama kali kita berkomunikasi, kita jalan bersama.
hujan yang mengguyur kita, senyum yang mengembang diantara kita.
aku tidak pernah melupakan mu.
menatap mu dengan hati yang cerah.
pelangi yang indah tak sanggup menggantikannya.
aku tak akan lupa saat kita berjalan saling ber iringan, sebuah senyum yang terlihat di wajah mu yang terbalut jilbab, anggun, cantik, dan teduh.
aku selalu merindukan mu, di setiap malam dan hari ku, di setiap mimpi, disetiap detik dan menit ku.
aku seperti tidak punya pekerjaan lain selain memikirkan mu, oh. . . sayang, sekarang kau telah menjauh, dari sebuah kesalahan yang ku perbuat. sejujurnya,, aku tidak pernah berniat untuk mempermainkan mu, aku sudah memberanikan diriku untuk mencurahkan isi hati ku, tapi, kau menganggap itu gurauan. dan saat kau mengatakan bahwa aku mempermainkan mu, aku hanya bisa tersenyum menanggapin itu semua.
aku tidak tau, apakah aku salah untuk jujur kepada mu, apa perlakuan ku yang suka bercanda, itu semata-mata hanya berusaha untuk mengembangkan senyuman di bibir mu.
aku rindu, aku rindu, aku rindu akan semua kenangan yang pernah kita jalanin, aku rindu akan semua yang pernah kita lakukan bersama, walaupun tak banyak, aku sangat menikmati saat saat bersama mu. walau hanya sekejap mata. tapi aku sudah bahagia bisa mengenal mu, aku bisa melihat senyum mu, aku bisa mendengar tawa mu, aku bisa mengiri langkah mu. terima kasih. . .
lesung pipit mu yang selalu terbayang di setiap malam ku.
sorot mata mu, cokelat mata mu, masih tergambar jelas di ingatan ku.
suara mu. . .
tawa yang selalu aku rindukan, mengingat, semua candaan yang pernah kita alami bersama.
sikap mu, yang membuat aku tersenyum saat menatap mu, saat kau dihadapan ku.
langkah kaki ku, yang selalu mengikutin langkah mu saat kita pergi bersama.
kenangan
aku selalu mengingat detail kejadian saat kita bersama.
pertama kali aku hanya bisa melihat dari layar kamera, aku tersenyum melihat mu.
aku beranikan diri untuk mengajak mu berbincang, walau hanya sepata kata yang bisa terucap.
saat pertama kali kita berkomunikasi, kita jalan bersama.
hujan yang mengguyur kita, senyum yang mengembang diantara kita.
aku tidak pernah melupakan mu.
menatap mu dengan hati yang cerah.
pelangi yang indah tak sanggup menggantikannya.
aku tak akan lupa saat kita berjalan saling ber iringan, sebuah senyum yang terlihat di wajah mu yang terbalut jilbab, anggun, cantik, dan teduh.
aku selalu merindukan mu, di setiap malam dan hari ku, di setiap mimpi, disetiap detik dan menit ku.
aku seperti tidak punya pekerjaan lain selain memikirkan mu, oh. . . sayang, sekarang kau telah menjauh, dari sebuah kesalahan yang ku perbuat. sejujurnya,, aku tidak pernah berniat untuk mempermainkan mu, aku sudah memberanikan diriku untuk mencurahkan isi hati ku, tapi, kau menganggap itu gurauan. dan saat kau mengatakan bahwa aku mempermainkan mu, aku hanya bisa tersenyum menanggapin itu semua.
aku tidak tau, apakah aku salah untuk jujur kepada mu, apa perlakuan ku yang suka bercanda, itu semata-mata hanya berusaha untuk mengembangkan senyuman di bibir mu.
aku rindu, aku rindu, aku rindu akan semua kenangan yang pernah kita jalanin, aku rindu akan semua yang pernah kita lakukan bersama, walaupun tak banyak, aku sangat menikmati saat saat bersama mu. walau hanya sekejap mata. tapi aku sudah bahagia bisa mengenal mu, aku bisa melihat senyum mu, aku bisa mendengar tawa mu, aku bisa mengiri langkah mu. terima kasih. . .
Langganan:
Postingan (Atom)