"Hei" tatap mata ku sekali saja, berharap agar bisa menenangkan kegelisahaan hati
"ada apa? kamu memanggil aku" jawaban polos, yang membuat ku merinding mendengarnya
sesungging senyum yang ku berikan, tak mendapatkan balasan. aku tidak bisa berucap, aku hanya bisa tersenyum
"bisa kah aku mengenal mu, sepertinya aku akan menyukaimu" coba saja itu bisa terlontar dari mulut ku, mungkin aku bisa mengihklas kan mu untuk berlalu pergi, dan tidak gelisah memikirkan mu saat ini.
"hei, bisakah kita berbincang sebentar" andai kata itu bisa terucap, mungkin aku sekarang tidak gelisah, melainkan tersenyum.
"ah, bodoh sekali aku, ketakutan ku untuk memanggilnya sekarang membuat ku gelisah, setiap malam di tidur maupun sadar ku, ah kenapa aku begitu tolol membuang kesempatan untuk berkenalan dengannya, aku akan selalu memikirkannya terus. hmm, semoga aku bisa bertemu dengannya, tapi sepertinya tidak akan terjadi, sepengetahuan ku, dia sudah pergi ke luar kota, hmmm sekarang apa yang harus aku lakukan" pikiran itu terus bergentayangan dikepala ku. agh!!!
aku ingat taring mu saat kau tersenyum, ah bukan, itu gingsul yang meluluhkan hati ku, ah. . . aku ingin selalu melihat taring mu itu, ah tidak, gingsul mu. . . haha aku selalu tertawa jika membayangkan itu.
sekarang malah aku sangat berharap untuk bisa bertemu kamu, ah jangan, jangan berharap berlebihan, aku sudah merasakan harapan kosong, harapan yang tak ada artinya hanya membuat sakit hati, ah sial! kenapa aku selalu salah untuk melangkah. aku ingin kembali ke waktu kita bertemu, ohhh shit! itu tidak mungkin terjadi, come on! aku harus bisa berjalan kedepan! jangan menoleh kebelakang, sekalipun JANGAN! hahah bukan kah aku sudah mencobanya? hasilnya nihil! oh belum, aku belum melangkah, aku masih berdiri dimana aku bertemu kamu, melihat senyum mu, dan melihat mu melangkah menjauhi ku. ohhh iya, sekarang aku akan mencoba nya. " bagaimana jika gagal?","bagaimana jika aku tidak bisa melupakannya?" oh iya, aku teringat pesan seorang sahabat.
"jangan penah coba untuk melupakan, tetapi cobalah untuk mengenangnya"
ah, akan kulakukan, mungkin itu akan membuat ku sedikit tersenyum, tidak murung seperti ini!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar